KAPAL PESIAR TERBESAR BERTENAGA SURYA

Rabu, 23 November 2011 0 komentar

Panel suryanya terbentang hingga lebih dari 500 m persegi.

Senin, 30 Mei 2011, 12:30 WIB
Indra Darmawan

VIVAnews - Kapal ini adalah kapal pesiar bertenaga surya terbesar di dunia. Kapal itu, kini tengah berkeliling dunia untuk memecahkan rekor sekaligus mengkampanyekan penggunaan energi terbarukan.
Nama kapal itu Tûranor PlanetSolar, diambil dari novel JRR Tolkien Lord of the Rings, yang artinya adalah 'tenaga Matahari'.
Seperti dilansir dari situs DailyMail, kapal yang memulai misinya dari Monaco sejak 27 September 2010 itu sepenuhnya mengandalkan tenaga surya.
Kapal ini memiliki panjang tubuh hingga 31 meter, dan mampu mengangkut hingga 40 penumpang. Sementara panel suryanya terbentang hingga lebih dari 500 m persegi. Panel itu harus menggerakkan dua motor listrik.
Bentuknya sengaja didesain memiliki dua 'kaki', untuk memenuhi aspek aerodinamika dan hidrodinamika, sehingga kapal itu  bisa berlayar dengan kkecepatan hingga secepat 14 knot atau sekitar 26 km per jam.
The Toranor PlanetSolar yacht arrives on its first Australian stopover at Riverside Centre Pontoon, Brisbane, today. The company claims that the yacht will be the first fully solar-powered vessel to circumnavigate around the world.
Kapal itu sudah sempat menyambangi berbagai tempat seperti Miami, Cancun, ketika berlangsung konferensi mengenai iklim dunia, serta Kepulauan Galapagos di Samudera Pasifik. Kini, ia tengah berada di Australia.
Bila misinya sukses, kapal yang dibangun dengan ongkos senilai US$12,5 juta, sekitar Rp 107 miliar, tersebut akan menjadi kapal pesiar pertama yang sukses mengelilingi bumi, murni mengandalkan tenaga surya.

• VIVAnews

 

PESAWAT AWAN YANG FANTASTIK

0 komentar

Pesawat ini diperuntukkan bagi penikmat perjalanan ketimbang memikirkan tujuan.

Rabu, 23 November 2011, 09:22 WIB
Ita Lismawati F. Malau
VIVAnews - Sebuah pesawat futuristik menjanjikan penumpang sebuah pengalaman fantastik, berjalan di antara awan. Pesawat ini diperuntukkan bagi mereka yang lebih menikmati perjalanan ketimbang memikirkan tujuan.

Adalah Tiago Barros yang memiliki proyek pesawat awan yang dinamai Passing Cloud ini. Desainer asal New York ini yakin ide fantastiknya itu bisa diproduksi. "Ini akan menjadi perjalanan yang unik. Pengalaman melayang di atmosfer, di atas awan, tanpa tahu tujuan pasti," kata Tiago seperti dikutip dari laman Dailymail.co.uk.
Konsep pesawat ini sebenarnya mengandalkan kekuatan angin untuk bergerak. Dalam rancangannya, Tiago membuat pesawat berbentuk balon-balon raksasa yang saling terhubung satu sama lain. Kerangka pesawat ini dibuat menggunakan besi lapis baja yang dibalut kain nilon.

Tiago,33, mengatakan tujuan proyeknya itu adalah meminimalkan karbon dan menantang segala macam transportasi terkini yang mengandalkan kecepatan.

Dia sangat berharap Passing Cloud ini segera masuk produksi meski tak tahu pasti kapan tahap pengembangan akan dimulai. "Ini masalah kesempatan dan waktu. Target awal saya sudah tercapai, menunjukkan proyek ini ke seluruh dunia."

Menurutnya, Passing Cloud bisa jadi alat yang memiliki banyak kegunaan, mulai dari hiburan, dek observasi, dan sebagainya.

Proyek Passing Cloud miliknya diperlombakan dalam kompetisi internasional: Life at the Speed of Rail yang digawangi Van Alen Institute.
• VIVAnews

 
ARIANA TRAVEL © 2011 | Designed by Interline Cruises, in collaboration with Interline Discounts, Travel Tips and Movie Tickets